Sebuah Pesan yang Amanah?
Pada malam indah tanpa sinar sang
dewi malam aku tersadar dari mimpi burukku entah mimpi apa itu? Tak pernah aku
tahu apa artinya?
Dengan sedikit gemetaran serta
setetes airmata, aku mulai membisu tak bisa berkata-kata bagaikan batu karang
dihempas ombak yang ganas tanpa ampun. Namun, apa hendak dikata? Alam mulai
melampiaskan amarahnya. Laksana laskar bintang yang bersatu menyinari dan
melawan satu sinar rembulan namun tak pernah bisa.
Wah… cerita apaan nih? Seputar mimpi
menjelajah angkasa raya. Oh, bukan itu tapi… Nah, ini dia ceritanya!!!
Saat sepi sendiri disebuah ruang
hampa aku membungkukkan badan ketika melihat selembar kehidupan kala itu.
Mungkin kalian bertanya-tanya apa
itu selembar kehidupan?
Untuk seorang anak rantau seperti
aku yang menempuh studi di negeri orang, selembar kehidupan itu sangatlah
berarti apalagi jika tepat pada tanggal tua. Wah, mukjizat deh pokoknya.
Selembaran itu adalah uang lima ribuan entah siapa yang punya tiada yang tau.
Yah, karena gak dikasih tau siapa
yang akan tau coba. Hahaha
Selembaran dengan nilai segitu tadi
bisa untuk menunjang kehidupan satu hari meskipun cuma makan sekali dalam
sehari tapi itu sangat aku syukuri, bagaimanapun juga selembaran itu tadi
adalah suatu jalan dari Tuhan untukku melepas laparnya perut kala itu.
Gak banyak nuntut, tapi ayahku
diseberang lautan sana memberi sebuah pesan:
“Nak, jangan telat makan. Makanlah
tiga kali sehari. Kalau kamu kurus ketika pulang kampung nanti berarti kamu
makan tidak teratur. Nah, kalau gitu uang bulanan kamu siap-siap ayah potong.”
Wah, itu sih aku pikir mustahil.
Wong aku aja makan sekali dalam sehari karena kekurangan uang bulanan. Ah, ayah
gak adil ah. Kalau aku kurus ya ditambah dong masa dipotong tuh berartikan aku
kekurangan uang bulanan.
Tidak cuma itu guys, Mama aku juga
memberi sebuah pesan tapi gak separah ayahku tadi, beliau cuma bilang “mama gak
mau kamu liat kamu rambutnya gondrong.”
Nah, itu sih mudah aku turuti tapi
coba kalau aku langgar dua-duanya. Hmmm berabe deh pokoknya.
Tapi itu adalah sebuah hal yang
harus aku taat dan patuhi, karena apa?
Karena kedua hal itu adalah tanggung
jawab aku untuk menjaga amanah serta belajar untuk mengatur segala keuangan,
waktu, dan diri sendiri agar aku bisa menjadi pribadi yang mandiri, tekun, dan
bisa memanage keadaan, apapun itu.
Sebuah pesan moralnya adalah Patuhi
amanah orang tua mu, jangan pernah melanggar amanah itu karena setiap hal yang
mereka tuntut dari anaknya adalah hal baik yang terjadi kelak.
Pesan pertama sudah dapat, pesan
kedua apapun tuntutannya adalah tanggung jawab untuk anaknya jadi HARGAI itu.