Kisah Mengubah
Pribadi
Angin malam mulai
menusuk tulang, namun tulang tak pernah rapuh oleh malam kalbu kala itu.
Tepat tanggal 2
November 2016 aku telah merasakan aura
CINTA dari hatinya ya sebut saja Rahma. Aku tau rasa itu tumbuh, namun ragu
ditanah mana dia akan subur. Manakala saat itu hati sudah terlanjur jatuh tapi
tidak pada tempatnya.
Wah kayak sampah
aja, hehe.
Seputar lingkungan
hati, sepanjang jalan kasih. Wow suatu kalimat yang indah, hmmm. Jadi ketika
itu sebuah cerita telah terlampir dalam dokumen rahasia dalam ruang hati. Aku
terharap karena hati terlalu lugu kala itu, mudah aku keluar segalanya untuk
dia yang sempat singgah dihati ini. Apa kata hati? Aku suka dia. Ya aku akui
itu, begitulah adanya, tapi hati juga berkata, dia suka aku. Bodoh, ya itulah
harapan bodoh hatiku.
Wah, wah, wah dari
tadi ceritanya itu-itu aja. Nah, ini kelanjutannya….
Aku menyukai teman
organisasiku, hingga aku sangat mengharapkannya. Suatu hari aku dapati dia
sangat mempedulikanku. Itu kukira hanya sebuah Cover pertemanannya tapi disisi lain aku merasa dia suka aku, bodoh
ya? Gak ada kejelasan hingga akhirnya aku menunggu sebuah momen agar aku bisa
menyatakan rasa itu.
Momen, momen, dan
momen semua berlalu dan tiba hingga terukir sebuah sejarah dimana peradaban hati
telah pudar.
Dua puluh enam
hari setelah itu aku ikut diklat organisasi itu, ya sama dia juga sih. Aku
sangat bahagia pergi bareng dia meskipun Cuma naik Angkutan Kota (Angkot) tapi
disitu aku rasa sebuah bunga mulai tertanam. Setiba di tempat tujuan sebut saja
tempatnya Coban Jangkrik, hahaha ada-ada aja. Aku juga melihat sebuah harapan
dimatanya.
Tapi semua itu
hanya berlalu sementara, aku terlalu terpaku pada persepsi tentang sebuah
keegoisan yang aku lakukan adalah sebuah
Cover saja. Tapi mereka, Dia menganggap itu sebuah hal konyol yang memalukan.
Aku tau itu tapi tetap pertahankan keegoisan itu. Hingga akhirnya aku dijauhkan
dan dianggap sebagai teman yang malu-maluin tidak lebih. Namun dibalik itu aku
mulai sadar bahwa suatu cover yang kubangun itu adalah sebuah kesalahan fatal.
Ibaratkan sebuah buku jika tidak menarik dan terlalu buruk dari covernya gak
bakalan ada yang membacanya, adapun hanya orang-orang yang ingin tahu dan ingin mengubah sebuah cover itu yang membaca
isi sehingga tercipta sebuah cover yang indah. Dengan sebuah senyum pahit dia
memandangku sebelah mata. Tapi itulah aku, jika tidak mengalami semua itu aku
tidak mungkin berubah dan tidak mungkin pula aku tau harapan teman-teman
organisasi lain terhadapku. Terima kasih semua pelajaran dan harapan ini adalah
sebuah kenangan indah sebelum menyambut natalan 25 Desember 2016. Dan memori
hidup yang akan abadi tersimpan dalam lampiran kisahku selama hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar