Kamis, 05 Januari 2017

Cerpen Kisah Mengubah Pribadi



Kisah Mengubah Pribadi
Angin malam mulai menusuk tulang, namun tulang tak pernah rapuh oleh malam kalbu kala itu.
Tepat tanggal 2 November  2016 aku telah merasakan aura CINTA dari hatinya ya sebut saja Rahma. Aku tau rasa itu tumbuh, namun ragu ditanah mana dia akan subur. Manakala saat itu hati sudah terlanjur jatuh tapi tidak pada tempatnya.
Wah kayak sampah aja, hehe.
Seputar lingkungan hati, sepanjang jalan kasih. Wow suatu kalimat yang indah, hmmm. Jadi ketika itu sebuah cerita telah terlampir dalam dokumen rahasia dalam ruang hati. Aku terharap karena hati terlalu lugu kala itu, mudah aku keluar segalanya untuk dia yang sempat singgah dihati ini. Apa kata hati? Aku suka dia. Ya aku akui itu, begitulah adanya, tapi hati juga berkata, dia suka aku. Bodoh, ya itulah harapan bodoh hatiku.
Wah, wah, wah dari tadi ceritanya itu-itu aja. Nah, ini kelanjutannya….
Aku menyukai teman organisasiku, hingga aku sangat mengharapkannya. Suatu hari aku dapati dia sangat mempedulikanku. Itu kukira hanya sebuah Cover pertemanannya tapi disisi lain aku merasa dia suka aku, bodoh ya? Gak ada kejelasan hingga akhirnya aku menunggu sebuah momen agar aku bisa menyatakan rasa itu.
Momen, momen, dan momen semua berlalu dan tiba hingga terukir sebuah sejarah dimana peradaban hati telah pudar.
Dua puluh enam hari setelah itu aku ikut diklat organisasi itu, ya sama dia juga sih. Aku sangat bahagia pergi bareng dia meskipun Cuma naik Angkutan Kota (Angkot) tapi disitu aku rasa sebuah bunga mulai tertanam. Setiba di tempat tujuan sebut saja tempatnya Coban Jangkrik, hahaha ada-ada aja. Aku juga melihat sebuah harapan dimatanya.
Tapi semua itu hanya berlalu sementara, aku terlalu terpaku pada persepsi tentang sebuah keegoisan  yang aku lakukan adalah sebuah Cover saja. Tapi mereka, Dia menganggap itu sebuah hal konyol yang memalukan. Aku tau itu tapi tetap pertahankan keegoisan itu. Hingga akhirnya aku dijauhkan dan dianggap sebagai teman yang malu-maluin tidak lebih. Namun dibalik itu aku mulai sadar bahwa suatu cover yang kubangun itu adalah sebuah kesalahan fatal. Ibaratkan sebuah buku jika tidak menarik dan terlalu buruk dari covernya gak bakalan ada yang membacanya, adapun hanya orang-orang yang ingin tahu dan  ingin mengubah sebuah cover itu yang membaca isi sehingga tercipta sebuah cover yang indah. Dengan sebuah senyum pahit dia memandangku sebelah mata. Tapi itulah aku, jika tidak mengalami semua itu aku tidak mungkin berubah dan tidak mungkin pula aku tau harapan teman-teman organisasi lain terhadapku. Terima kasih semua pelajaran dan harapan ini adalah sebuah kenangan indah sebelum menyambut natalan 25 Desember 2016. Dan memori hidup yang akan abadi tersimpan dalam lampiran kisahku selama hidup.
                                                                                                                                                     Lainnya⏩

Tidak ada komentar:

Posting Komentar